Bohong

Aku melihat wajah lelah di cermin itu
Mata sayup bercumbu pandang dengan bayangan
Aku berpijak pada ubin merah menapak kaki penuh lumpur
Ketika beranjak dari perjalanan berliku menujumu

Sampai disini seolah tiada tangan pada kedua lengan
Terpotong lidah yang berbohong
Seraya memalingkan angan tanpa harap lagi
Mimpi telah menjadi bayangan terakhir sebelum aku benar-benar menutup mata

Esok dan selamanya detak waktu masih berputar disini
Pada mesin bundar berwarna biru
Juga pada lengan yang melingkar padanya putaran masa
Entah bagaimana harus abadi lagi

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama