Bergetar hatiku melihat makna yang tenggelam
Semilir angin halus sikapi diri
Tampakkan temaram yang rentangkan kata-kata
Seperti habis berkelahi dengan ketidaksadaran
Untuk itu, kembalilah meski tanpa raga
Pada jiwa yang enggan bernafas tanpamu
Hanya namamu yang kini selalu kueja
Dalam remangnya malam yang tindih
Lapisi tidurku meski lelap berjelaga kembali
Sayang, putuskan nadi ini atas segala keputusan yang terbaik
Agar aku tidak lagi hidup di masa lalu
Bersamamu, kini dan nanti