Pagi ini, sketsa senja siap terlukis
Dari hangatnya kopi hitam bergelas plastik transparan
Hingga jemari lentik yang menggenggam debu-debu manja
Yang siap jua layangkan inspirasi kepada hikayat di pinggiran pagar kerajaan
Entah, darimana datangnya motivasi
Sang pelajar ulung kembali menyelinap rasuki alam bawah sadar
Motif hendak bernostalgia dengan chapter lama
Alih-alih menyelami kolam renang masa lalu
Detak-detik hari ini seperti membahagiakan dengan instannya
Aku terdorong untuk melanjutkan langkah yang sempat mundur
Karenanya, ia yang takkan pernah ku ekspektasikan lagi
Malah secara berkala menggelinding seperti bola salju dalam pikiran
Semakin membesar rasa ini, semakin aku tertipu oleh semesta yang ditampilkan oleh wajah itu