Sabda alam dan deretan aksara di sudut kedipan senja, sore itu. Telah tergariskan bagaimana anggunnya sang mimpi meriuh-pekik tajam tancapkan asa di sepanjang gersangnya pasir pantai, kau disana.
Aku dan ketidakmungkinan menjelmakan khayal tentangmu sebagai imajinasi yang tak bertepi.