Bengis, tersayat sembilu lagi
Dalam heningnya malam yang menggebu
Ku daki mimpi
Ku ludahi asa
Ku lumat dalam ilusi dan tanya
Seakan menyeru tanpa sebab
Kerlingan sayap merpati pagi nanti
Sebagai sebab suara gaduhku tak henti
Itulah hikayatku yang dulu kau baca
Dan sempat kita anggap surat cinta