Embun pagi dalam pelukan
Hilang ditelan bias
Suara gaduh menyentuh
Dari sela perjalanan waktu
Pada akhirnya kita bermimpi lagi, pagi ini
Seroja bunga kian bermekaran
Pada hakikatnya kita bukan lagi air atau tanah
Kita yang menanam, kita yang manuai
Maka, bergegaslah untuk tersadar
Bahwa bumi butuh hijaunya kembali
Linangan air hujan yang bergemuruh beberapa hari yang lalu
Menjadi pelita berlumpur pada lubang paruh jalan
Tak ada yang menyerap
Karena tanah tak lagi menampakkan wujudnya
Dilapisi beton dan aspal
Rumput tak lagi hijau seperti saat kita belajar bicara
Lendang Luar, 7 April 2024